Intip Dapur Do'a Ibu: Higienitas adalah Prioritas Kami
Melihat langsung proses produksi di Pabrik Kerupuk Do'a Ibu. Bagaimana kami menjaga kualitas dan kebersihan di setiap langkah.

Banyak pelanggan bertanya, “Apa rahasia Kerupuk Do’a Ibu bisa begitu gurih dan bersih?” Jawabannya bukan pada bumbu rahasia yang mistis, melainkan pada proses produksi yang disiplin.
Hari ini, kami mengajak Anda mengintip sedikit ke balik layar pabrik kami di Kota Banjar, Jawa Barat.
Seleksi Bahan Baku Ketat
Semua bermula dari bahan baku. Udang yang kami gunakan bukan udang sisa, melainkan udang segar tangkapan nelayan yang langsung kami proses. Tepung tapioka yang kami pilih juga harus grade A, putih bersih dan bebas apek.
Proses Pengukusan Sempurna
Adonan kerupuk dikukus dengan suhu dan waktu yang presisi. Ini penting untuk memastikan adonan matang merata. Adonan yang kurang matang akan membuat kerupuk bantat, sementara terlalu matang akan membuatnya hancur. Tim produksi kami sudah berpengalaman puluhan tahun untuk “merasakan” kematangan yang pas.
Kebersihan Alat dan Pekerja
Kami menerapkan standar kebersihan yang ketat. Semua pekerja wajib menggunakan penutup kepala dan masker. Alat-alat produksi dicuci secara berkala. Area penjemuran kami juga terlindung dari debu jalanan dan hewan liar, memastikan kerupuk yang Anda terima benar-benar higienis.
Tanpa Pengawet Berbahaya
Ini komitmen kami. Kami mengandalkan pengeringan sempurna (kadar air sangat rendah) sebagai pengawet alami. Kerupuk mentah kami bisa tahan hingga 12 bulan jika disimpan dengan benar, tanpa perlu tambahan bahan kimia aneh-aneh.
Kami percaya, makanan yang baik diolah dengan cara yang baik. Kerupuk Do’a Ibu dibuat dengan hati-hati, seolah-olah kami sedang menyiapkannya untuk keluarga kami sendiri.